|
Kisah Arnold Schwarzenegger
 
Arnold Schwarzenegger lahir dari keluarga sederhana di Thal, Austria, kehidupan Arnold sedari kecil sudah penuh perjuangan. Ayahnya, Gustav Schwarzenegger, seorang polisi daerah, bertindak sangat keras pada anak-anaknya. Gustav sering memukuli anak-anaknya, termasuk Arnold, jika melakukan kesalahan. Dari sikap ayahnya, ditambah lagi masalah keuangan yang sering mendera, ia ini bertekad ingin merubah hidupnya. "Setiap kali saya kena pukulan, dan setiap kali ada orang yang mengatakan, kamu tidak bisa melakukan ini, saya katakan pada diri saya, ini tidak akan lama, karena saya akan keluar dari semua hal ini. Saya ingin jadi kaya, dan saya ingin jadi seseorang yang dihargai,"
Arnold kecil sering menghibur diri dengan melakukan hobinya bermain sepakbola. Pelatih bolanya kemudian mengajak dirinya berlatih angkat beban di sebuah pusat kebugaran. Hal ini menarik minatnya. Di usia 14 tahun, ia berani memutuskan untuk menekuni binaraga sebagai jalan untuk mencapai mimpinya. Kebetulan, ia mendapat pelatih yang sangat mendukung karirnya, yakni Kurt Marnul, sehingga pada usia 17 tahun ia sudah bisa mengikuti sejumlah kejuaraan. Selain itu, ia mengaku terinspirasi oleh seorang binaragawan Steve Reeves. "Prestasi Reeves yang sangat terkenal pada masa itu menginspirasi bahwa kita bisa tetap mencapai impian, meski orang terdekat kadang tidak memahami impian kita," sebut Arnold.
Arnold kemudian menjadi juara di ajang Mr. Uniiverse. Itu adalah pintu gerbang menuju impiannya. Ia makin giat berlatih dan mengatur pola makan dengan sangat ketat. Bahkan, berhasil mempertahankan gelar hingga empat kali berturut-turut. Namanya makin dikenal. Dunia film pun dirambahnya. Dari Terminator, film laga, film komedi dan drama pun berhasil mengangkat namanya. Impiannya berhasil diwujudkannya. Ternyata, impiannya tak berhenti hanya sekadar jadi aktor. Didukung oleh istrinya, Maria Shriver, ia pun mencalonkan diri menjadi gubernur California. Terakhir, ia disumpah jadi gubernur untuk kedua kalinya. Berbagai program kepedulian sosial selalu diprioritaskan, selain berbagai program ekonomi dan pemberian asuransi kesehatan kepada anak-anak. Dengan berbagai bentuk kepedulian tersebut, Arnold menjadi gubernur yang dicintai warganya.
Hidup dalam ketertekanan, jika mampu dimaknai, bisa jadi batu loncatan menuju impian. Hal itu dibuktikan oleh Arnold Schwarzenegger yang berhasil mewujudkan impian masa kecilnya, meski mendapat perlakuan yang kurang mengenakkan dari ayahnya sendiri sejak kecil. Dengan perjuangan, kerja keras, keuletan, dan ketekunan, Arnold mampu meraih semua impian di tengah berbagai keterbatasan dan cibiran dari orang terdekatnya sekalipun. Untunglah Arnold didukung oleh pelatihnya dan istrinya yang mendorongnya untuk maju. (ven)
|