Sobat Maestro, inilah 10 nama semifinalis Maestro Singing Contest 2010 yang lolos ke babak FINAL 8 finalis pilihan dewan juri
2 Semifinalis terfavorit pilihan audience
Final Maestro Singing Contest 2010 akan diadakan pada hari Sabtu, tanggal 02 Oktober 2010 pukul 15.00 - 17.00 bertempat di Radio Maestro - Jl. Kacapiring 12 Bandung, phone 022-720790 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pikiran akan memunculkan kata-kata, tindakan dan kebiasaan yang membentuk karakter kita |
|
|
|
| Written by Webmaster |
| Saturday, 06 June 2009 10:00 |
![]() ![]() Mahatma Gandhi adalah sosok yang memiliki karisma, nilai, prinsip dan kesederhanaan. Ia menolak berpergian, kecuali dengan berjalan kaki atau naik kereta kelas tiga dan mengasingkan diri dalam kesederhanaan. Ia nikmati dingin dan kejamnya sinar matahari di musim panas sebagaimana dialami rakyatnya guna mempertajam kecerdasan emosional, sosial dan spritualnya. Ia percaya semakin murni penderitaan, semakin besar kemajuan. Ia memimpin tanpa memaksa, tapi dengan mengajak. Ia dekat dengan orang miskin, mendengarkan keluh kesah mereka, membantu mereka semampunya, tanpa mengumbar janji-janji palsu. Pinsip Gandhi yang paling ngetop adalah satyagraha, diterjemahkan sebagai “jalan yang benar” atau “jalan menuju kebenaran”, telah menginspirasi berbagai generasi aktivis seperti Martin Luther King, Jr. dan Nelson Mandela. Gandhi sering mengatakan kalau nilai-nilai ajarannya sangat sederhana: kebenaran (satya), dan non-kekerasan (ahimsa). Saat remaja, Gandhi pindah ke Inggris untuk mempelajari hukum. Setelah menjadi pengacara, dia pergi ke Afrika Selatan, di mana dia mengalami diskriminasi ras apartheid. Dia memutuskan untuk menjadi seorang aktivis politik agar dapat mengubah hukum-hukum yang diskriminatif tersebut. Gandhi membentuk sebuah gerakan non-kekerasan. Selesai Perang Dunia I, Gandhi meninggalkan semua kemewahannya di Afrika Selatan dan kembali ke India untuk berjuang. Ketika turun dari atas kapal, Gandhi disambut hangat oleh rakyatnya. Ia berpidato, namun, pidatonya begitu singkat: ”Terima kasih atas penyambutan Anda semua,” kata Gandhi sambil menyampaikan salam khas dengan menempelkan kedua telapak tangan di dada. Ini membuktikan ia adalah seorang pemimpin yang tahu diri dan rendah hati. Gandhi kembali ke India untuk memperjuangan kemerdekaan India dan menjaga keutuhan India. Saat itu rakyat India dari agama dan suku yang berbeda menuntut agar India dipecah menjadi beberapa negara agar kelompok yang berbeda dapat mempunyai negara mereka sendiri. Dia percaya bahwa manusia dari segala agama harus mempunyai hak yang sama dan hidup bersama secara damai di dalam satu negara. Pada 1947, akhirnya India merdeka dari Inggris, tapi India juga terpecah menjadi dua negara–India dan Pakistan. Pemisahan ini mengakibatkan kerusuhan merebak di seluruh penjuru India dan memakan banyak korban jiwa, di mana dalam waktu satu minggu ½ juta manusia tewas. Gandhi bersumpah untuk berpuasa hingga kerusuhan berhenti, dan hal itu dilakukannya hingga membahayakan kesehatannya sendiri. Perjuangan Gandhi ini mendapat perhatian dunia. Akhirnya Inggris kembali untuk membantu mengembalikan keadaan. Dan akhirnya keadaan kembali aman. Setelah India kembali aman dan bersatu, Gandhi ditawarkan tampuk kepemimpinan, namun Ia menolak tawaran tersebut. Karena menurut Gandhi, ambisinya adalah menjaga agar India tetap SATU, bukanlah menjadi seorang PENGUASA INDIA. Itulah Gandhi. Berambisi, tapi tidak ambisius. Pemikirannya yang positif, selalu mengutamakan kedamaian dan rendah hati tercermin dari kata-kata, sikap, dan perbuatannya. Kebiasaan hidupnya yang sederhana juga dilakukan karena karakternya yang membumi.
|