MAESTROFLASH

Sobat Maestro, inilah 10 nama semifinalis Maestro Singing Contest 2010 yang lolos ke babak FINAL

8 finalis pilihan dewan juri
Selamat Kepada

 No. Nama Peserta
No. Urut Peserta
 1Yonatan Wattimena (Jakarta)
16
 2Andri Gunawan (Bandung)
22
 3Claresta Ravenska (Jakarta)
28
 4
Jennifer Ruth Dumilar (Jakarta)
32
 5Rido Andika (Bandung)
37
 6Soli Deo Makangiras (Jakarta)
44
 7Glory Selleca (Jakarta)
52
 8Ari Budi Giarto (Bandung)
59

 2 Semifinalis terfavorit pilihan audience
Selamat Kepada

 No. Nama Peserta
No. Urut Peserta
 1Sunshani Barron Issac (Jakarta)
8
 2Margrieta Christina (Bandung)
61

Final Maestro Singing Contest 2010 akan diadakan pada hari Sabtu, tanggal 02 Oktober 2010 pukul 15.00 - 17.00 bertempat di Radio Maestro - Jl. Kacapiring 12 Bandung, phone 022-720790

History of Maestro FM
 
Pada mulanya adalah Gito Nugroho. Gito Nugroho memulai hobby elektroniknya. Dia mempelajari prinsip-prinsip penguat suara dan pesawat pemancar. Usahanya ini dilakukan dengan belajar sendiri, memakai alat-alat dan onderdil bekas. Pesawat pemancar kecil sederhana yang pertama dihasilkannya dengan menggunakan kawat penjemur pakaian, memberikan kekuatan pancar sejauh kurang lebih 200 meter. Hal ini sangat menyukakan hatinya dan memberi semangat untuk melanjutkan percobaannya ke tahap-tahap berikutnya. Dan itu terjadi, pada medio 1968.
Pada akhir 1968, dengan pesawat pemancar yang disempurnakan, dan dengan antena yang masih sederhana, percobaan siaran dimulai. Bertempat di Jl. Kacapiring No.9.

Piringan-piringan hitam lama dalam jumlah terbatas, merupakan sumber yang berharga dalam melangsungkan siaran-siaran percobaan. Telepon mulai berdering, pertanda siaran tertangkap dengan baik. Dan nama Maestro pertama kali dicetuskan secara iseng oleh Saudara Yanto.
 
Agar tidak mengganggu ketenangan keluarga Sutisna, kegiatan ini pindah ke Jl. Kacapiring 12 paviliun. Kawat antena dibentangkan di antara dua tiang bambu, dengan jarak kurang lebih 70 meter. Ruang untuk siaran percobaan dibenahi dan diisi perabotan sederhana, meja, kursi jok, dengan meminjam kiri kanan. Selebihnya, usaha ini bersumber dari uang saku bersama dan semangat yang besar, berkat dukungan dan dorongan para tetangga. Bapak Irawan, selain mengizinkan pemakaian halaman rumahnya bagi tiang antena dan pemakaian pesawat telepon, juga mensponsori usaha ini dengan pesawat pemutar piringan hitam. 

Untuk mulai mengudara, diperlukan izin, dan izin siaran diperoleh dari Kepolisian–Biro khusus. Syarat untuk memperoleh izin, adalah satu di antaranya, harus ada penanggung jawab. Maka, John Liem diangkat menjadi penanggung jawab, pada saat itu. 
 
Pada 4 Januari 1969, siaran lagu-lagu dimulai dengan nama panggilan Maestro secara teratur. Acara siaran diprogram dengan tetap. Waktu istirahat digunakan untuk perbaikan teknis pemancar atau mutu siaran. Gito Nugroho terus menerus memonitor penangkapan siaran dengan cermat. Ini dilakukan dengan pergi ke berbagai sudut kota, bersama pesawat radionya.

Suatu saat, Saudara John Liem pindah ke Jakarta oleh karena tugasnya. Tono Ibrahim kemudian menjadi penanggung jawab yang baru. Pada waktu itulah, diambil inisiatif untuk menertibkan cara-cara siaran, menggariskan sopan santun udara, pelayanan pendengar, dan menanggapi respons pendengar. Jenis musik diperluas dengan musik instrumental, musik tenang, musik pop tempo dulu, musik klasik, dan seriosa. Ruang pendidikan dicetuskan, khusus untuk konsumsi kaum muda.

Tanggapan pendengar bertambah dan surat mulai mengalir, menyambut hangat kehadiran Maestro. Musik tenang dan musk klasik menjadi program khas Maestro. Pada waktu itu, merupakan satu-satunya radio yang menghidangkan jenis musik ini setiap hari, dengan prosentase waktu yang besar. Jangkauan tingkat usia pendengar meluas kepada golongan dewasa dan lanjut usia. Studio dibangun. Ruang siaran dipisah dari ruang tamu, pesawat telepon diperolah, peralatan sedikit demi sedikit ditingkatkan. Hampir semuanya barang bekas, terutama piringan hitamnya. Antik dan klasik, namun masih cukup memadai. Maestro menjadi kesayangan banyak orang dan mendapat dukungan besar.

Tahun 1971, keluar peraturan pemerintah yang mewajibkan radio siaran berbentuk badan hukum atau badan usaha. Maestro sebagai hobby berhenti di sini, dan berubah bentuk menjadi suatu perseroan terbatas. Ini menjadi satu tonggak sejarah yang baru. Siaran harus dikelola lebih profesional. Segala sesuatunya harus profesional.

Tono Ibrahim pindah ke Amerika Serikat, maka tongkat gembala diserahkan kepada Budiono Ibrahim. Dan seperti Daud yang masih muda dan kemerah-merahan, itulah gambaran orang muda yang diserahi tanggung jawab ini. Seperti Daud yang mengalami tantangan berat pada masanya, orang muda kita pun mengalami tantangan dan masa-masa yang sulit. Dari pengalaman yang sangat kurang sekali sampai keadaan Maestro yang berada di titik terendah, ini yang harus dia jawab. Masa-masa itu adalah masa-masa yang pahit, tapi menjadi satu kenangan yang manis.

Ketika itu, keuangan defisit besar. Tanpa pengalaman manajemen dan harus bertanggung jawab untuk belasan jiwa yang bergantung kepada Maestro untuk asap dapurnya, maka pontang-pantinglah Maestro menutup segala pendanaannya.

Kesulitan yang ada membuat satu keputusan kokoh. Apapun, yang dihadapi, Maestro harus tetap jalan. Ternyata, seperti bangsa yang dituntun Allah di padang gurun perjalanan mereka, Maestro pun mengalami itu. Masalah demi masalah diselesaikan dengan baik, menurut versi Dia. Tapi itu bukan sekejap. Ada bilangan tahun yang dapat dihitung. Dalam Allah tidak ada yang instan, semuanya harus melalui proses. Proses demi proses dilalui Maestro, sampai seperti sekarang.

Untuk meningkatkan pelayanan dan mutu siaran Radio Maestro, secara perlahan-lahan dan pasti, dengan pertolongan Tuhan, pada tanggal 15 April 1997, mengudara pada jalur FM. Sampai dengan saat ini, kami masih menyempurnakan kualitas siaran agar dapat diterima oleh setiap pendengar dengan baik.
 

Login Form

FEEDBACK

Latest Message: 1 week, 3 days ago
  • [Webmaster] : Hi James memang ada kendala di koneksi internet kami jadi untuk trasfer bitratenya agak terganggu kami mohon maaf jika ada kesalahan, terimakasih telah setia mendengarkan stasiun radio kami Tuhan memberkati
  • James Goenaw : Hi Maestro, saya tidak bisa mendengarkan radio streaming 3 hari terakhir ini, apa sedang down? GBU
  • Webmaster : it\'s very nice to have you here....!!! we really miss your next visit on MAESTRO Very Happy
  • Rico del Ros : Yep, it's me! We're back home in the Philippines. We'll never forget our visit to Maestro Radio!
  • [Webmaster] : is this rico from philipine....? nice to see you rico....Smile
  • [Webmaster] : wow helo rico, it\'s great to have you joined us...!!! Tuhan memberkati...!!!
  • [Webmaster] : wow halo henry senang bertemu dengan anda, mohon maaf atas ketidaknyamaan tersebut silahkan kunjungi dan dengarkan kembali siaran kami karna server telah selesai di perbaiki...^_^
  • Rico del Ros : Hello! I visited Maestro Radio last week and had great fun! It was so nice to meet you all! Tuhan Memberkati!
  • Henry Tambun : keterangan tambahan atas pesan terdahulu : saya saat ini berada di Los Angeles USA jadi malam tgl 31 juli di Los Angeles
  • Henry Tambun : malam ini saya tidak dapat mendengar radio streaming, kenapa?

Guests are shown between [].

Only registered users are allowed to post

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday83
mod_vvisit_counterYesterday333
mod_vvisit_counterThis week1971
mod_vvisit_counterLast week1705
mod_vvisit_counterThis month2929
mod_vvisit_counterLast month8905
mod_vvisit_counterAll days57777

We have: 2 guests, 1 bots online
Your IP: 38.107.191.88
 , 
Today: Sep 11, 2010